Batik Truntum Pengantin Perempuan Hingga Calon Mertua

Batik Truntum merupakan salah satu motif batik yang biasa digunakan dalam acara pernikahan. Batik dengan motif bintang atau melati diciptakan oleh Ratu Kencana sebagai ungkapan rasa cinta yang dalam kepada suaminya, Sultan Pakubuwana III. Hm, dari cerita ini kamu akan tahu kenapa batik wanita ini disebut truntum.

Dalam bahasa Jawa, tuum berarti tumbuh kembali. Kata-kata tersebut menggambarkan perasaan cinta Sultan Pakubuwana III yang tumbuh bersama istrinya setelah berencana mengambil selir. Agar calon pengantin berkostum Jawa bisa menerima pesan moral dari cerita ini, batik truntum biasanya digunakan oleh calon istri di Midodareni atau acara-acara canggih. Melalui batik truntum, diharapkan kedua mempelai saling mencintai hingga maut memisahkan.

Batik truntum tidak hanya dipakai oleh calon pengantin. Mertua biasanya menggunakan batik ini untuk keperluan lain. Selain mengandung pesan tentang cinta abadi, batik ini juga mengandung citra bahwa orang tua adalah teladan dan penuntun bagi anaknya. Hm, ini jelas artinya suami dan istri juga harus belajar banyak dari pernikahan orang tuanya.

Batik Truntum tidak hanya cantik, tapi juga berisi tips hidup. Anda tidak boleh melupakan pembatik yang hidup dua abad lalu dengan menyerap nilai-nilai yang terdapat pada batik truntum. Kamu yang berencana menikah tinggal memilih batik ini.

Dengan memilih menggunakan batik truntum, ini sama saja dengan membantu melestarikan budaya Jawa. Yuk, coba bikin kostum pernikahan sendiri dengan batik truntum kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *